251 reviews by:

satriafii

reflective fast-paced
Plot or Character Driven: Character
Strong character development: Complicated
Loveable characters: No
Diverse cast of characters: N/A
Flaws of characters a main focus: N/A
dark mysterious medium-paced
Plot or Character Driven: A mix
Strong character development: Complicated
Loveable characters: Complicated
Diverse cast of characters: N/A
Flaws of characters a main focus: N/A
hopeful inspiring lighthearted reflective relaxing medium-paced
Plot or Character Driven: A mix
Strong character development: Complicated
Loveable characters: Yes
Diverse cast of characters: Complicated
Flaws of characters a main focus: N/A
dark reflective fast-paced
Plot or Character Driven: N/A
Strong character development: N/A
Loveable characters: Complicated
Diverse cast of characters: N/A
Flaws of characters a main focus: N/A
lighthearted reflective relaxing medium-paced
Plot or Character Driven: Character
Strong character development: Yes
Loveable characters: Yes
Diverse cast of characters: No
Flaws of characters a main focus: Yes

I Am a Cat

Natsume Sōseki

DID NOT FINISH: 31%

I just-
It's me. The problem is me. I don't really enjoy any content nowadays. This audiobook is also a not-really-enjoyable content for me right now, and the length make it more worse for me to enjoy. It is really long 🥲
I really like the idea, but finishing it now, it's too much for me. I'm planning to get the copy version of this in indonesian to read another day, hope that will come to me at the right time.
dark informative reflective fast-paced
Plot or Character Driven: N/A
Strong character development: N/A
Loveable characters: Complicated
Diverse cast of characters: Yes
Flaws of characters a main focus: N/A

Expand filter menu Content Warnings
emotional reflective fast-paced
Plot or Character Driven: Plot
Strong character development: No
Loveable characters: N/A
Diverse cast of characters: No
Flaws of characters a main focus: Yes
informative medium-paced

Ini buku nonfiksi, tapi saat baca ini aku merasakan kalau penulis begitu nyinyir dengan jalannya ekonomi dan ranah ilmu ekonomi sekarang. Padahal, beliaunya seorang jurnalis heheheheheehehehe

Sebagai seseorang yang pernah belajar ekonomi (sedikit), aku setuju dengan beberapa poin seperti perempuan di bidang ekonomi memang dipandang sebelah mata. Tapi, tidak se-sebelah mata itu. Pelan-pelan, beberapa perempuan juga sudah mulai unjuk gigi di ranah ekonomi. Meskipun memang belum sebesar Adam Smith dan kawan-kawannya. Kalau praktek ekonominya, perempuan memang masih menempati kursi-kursi belakang sambil gendong bayi. Tapi beberapa perempuan juga sudah mulai maju sedikit-sedikit kok. Rasanya, kalau aku nggak terlalu positif thinking, aku bakalan ikut benci ilmu ekonomi yang disini digambarkan isinya cuma bapak-bapak semua.

Ilmu ekonomi secara umum disini juga agaknya dipandang sebagai sesuatu yang sudah salah dari awal (karena kerjaan bapak-bapak thok tanpa memikirkan perempuan). Aku jadi merasa kalau penulis juga berniat memberontak kepada entah-siapa-yang-menjalankan-sistem dan sistem ekonomi ini. Lucu sih, karena aku yang suka bahasan tentang ekonomi dan belajar sedikit tentangnya juga memang kurang menyukai sistem ini, tapi ya kalau aku mah anteng-anteng aja, karena yaaa mau apa lagi? Setelah tahu, pilihan jadi ada dua: mau ikut arus sistem yang seperti ini atau menepi saja? Kalau belum tahu, nggak ada pilihan selain ikut arus saja~

Angin segar yang didapatkan di buku ini sama seperti yang aku anggap sebagai angin segar di bidang ekonomi: ekonomi perilaku hehehehehe. Aku baru baca perkenalannya di Misbehaving sih, tapi aku memang sudah memutuskan untuk suka dengan ilmu ekonomi perilaku ini.

Sedikit harapanku, buku semacam ini bisa ditulis oleh seorang ekonom perempuan. Mungkin saja, sudah ditulis, tapi aku belum baca saja. Karena dibanding buku yang membahas tentang ekonomi berbumbu perempuan, buku ini memang lebih buku tentang perempuan yang bumbu micinnya ekonomi.

BTW, karena buku ini aku jadi lebih menghargai fakta-fakta kecil seperti siapa yang memasak makan malam seorang tokoh terkenal, bagaimana mereka bisa hidup dengan baik pada masa yang mungkin sulit, bagaimana kebiasaan makan mereka, bagaimana keadaan rumah mereka, bahkan bagaimana selera mereka terhadap hal-hal kecil. Apron milik Ibu Adam Smith memang terdengar sama sekali nggak penting awalnya, tapi kalau dilihat dengan kacamata tertentu, ternyata bisa juga jadi satu buku utuh.
lighthearted medium-paced
Plot or Character Driven: Plot
Strong character development: No
Loveable characters: Complicated
Diverse cast of characters: Complicated
Flaws of characters a main focus: N/A

hmmmmmmmmmmmmmmmmmmm 🤔
Banyak hal yang jadi pertanyaan dari cerita ini, satu yang paling sering adalah: "Bagaimana bisa si pintu tahu ini dan itu?" Pintu ini sebuah pintu, tapi juga nyaris serba tahu.
Gaya menulisnya masih sama seperti buku-buku beliau yang aku baca sebelumnya, aku juga masih suka banget hehehe. Kali ini, aku lumayan konsen dan lebih nyaman dengan gaya menulis yang demikian karena ceritanya menarik dan entah kenapa rasanya pas aja dengan si pintu. Rasanya, yang nulis beneran sebuah pintu.
Agak bingung juga kenapa si pintu begitu sayang sama Garda dan merasa kalau Garda ini bisa ngobrol beneran dengannya.