Take a photo of a barcode or cover
Huah.
Awalnya se-semangat itu baca buku ini. Banyak hal yang aku nantikan dari Dan Brown, saking banyaknya ternyata justru menurunkan minat pada buku ini di saat-saat terakhir.
Ada satu poin yang ngeganggu sih, kenapa selalu "anak" lah yang menjadi pelaku kejahatan? Di novel sebelumnya juga begitu, si "anak" yang bersalah. Dan ya, "ayah" yang bertanggung jawab, berkorban, dan mengalami kemalangan. Apakah ini ciri khas dari penulis? Jadi catatan aja deh buatku pribadi yang baru baca beberapa karya Dan Brown.
Mungkin, kedepannya, aku nggak akan berkespektasi terlalu tinggi pada satu buku hanya karena penulis yang sama pernah membuatku terkesan.
Oke, ini bintang tiga pertamaku kayaknya di tahun ini. huhu
Awalnya se-semangat itu baca buku ini. Banyak hal yang aku nantikan dari Dan Brown, saking banyaknya ternyata justru menurunkan minat pada buku ini di saat-saat terakhir.
Ada satu poin yang ngeganggu sih, kenapa selalu "anak" lah yang menjadi pelaku kejahatan? Di novel sebelumnya juga begitu, si "anak" yang bersalah. Dan ya, "ayah" yang bertanggung jawab, berkorban, dan mengalami kemalangan. Apakah ini ciri khas dari penulis? Jadi catatan aja deh buatku pribadi yang baru baca beberapa karya Dan Brown.
Mungkin, kedepannya, aku nggak akan berkespektasi terlalu tinggi pada satu buku hanya karena penulis yang sama pernah membuatku terkesan.
Oke, ini bintang tiga pertamaku kayaknya di tahun ini. huhu
funny
hopeful
informative
inspiring
lighthearted
reflective
fast-paced
Masih sering kepikiran tentang Babi Steril bahkan setelah selesai membaca ini.
Tapi akhirnya, aku memilih Babi Asap sebagai sosok ideal seorang Babi ._.
Baca bukunya, biar tahu kalau aku tidak sembarangan memilih Babi.
Tapi akhirnya, aku memilih Babi Asap sebagai sosok ideal seorang Babi ._.
Baca bukunya, biar tahu kalau aku tidak sembarangan memilih Babi.
Memang, niat tidak akan mengkhianati hasil.
Aku baca buku ini karena banyak orang yang baca dan aku tergiur dengan "keindahannya". Jujur, bahkan aku enggak nemu dimana keindahannya. Beberapa bagian bikin aku terkesan dan pengen baca lebih banyak buku (apalagi buku-buku 'saran'nya Biru Laut). Beberapa bagian memang bikin ngiler (terutama resep mie instan-nya, sepertinya harus coba). Beberapa bagian memang bikin baper sejenak. Tapi dari semua beberapa itu, enggak ada yang memenuhi ekspektasiku, setidaknya sebagai seorang follower trend.
Hasilnya, sementara ini aku masih belum bisa menghayati betapa indah dan menakjubkannya karya ini. Semoga nanti atau besok atau bahkan kelak, saat niatku jauh lebih tertata, aku baca ulang buku indah ini.
Aku baca buku ini karena banyak orang yang baca dan aku tergiur dengan "keindahannya". Jujur, bahkan aku enggak nemu dimana keindahannya. Beberapa bagian bikin aku terkesan dan pengen baca lebih banyak buku (apalagi buku-buku 'saran'nya Biru Laut). Beberapa bagian memang bikin ngiler (terutama resep mie instan-nya, sepertinya harus coba). Beberapa bagian memang bikin baper sejenak. Tapi dari semua beberapa itu, enggak ada yang memenuhi ekspektasiku, setidaknya sebagai seorang follower trend.
Hasilnya, sementara ini aku masih belum bisa menghayati betapa indah dan menakjubkannya karya ini. Semoga nanti atau besok atau bahkan kelak, saat niatku jauh lebih tertata, aku baca ulang buku indah ini.
Satu kata saja: edan.
Oke, tambah sedikit kalau kurang. Ini kumcer pertamaku setelah banyak tahun istirahat membaca. Di awal, cerita-ceritanya terkesan menyeramkan dan menekan batin (setidaknya batinku). Sempat berhenti lama baca ini dan kembali baca setelah mencoba menguatkan diri, akhirnya sampai di akhir. Setelah akhir, aku benar-benar ingin tambah lagi.
Sudah, itu saja.
Oke, tambah sedikit kalau kurang. Ini kumcer pertamaku setelah banyak tahun istirahat membaca. Di awal, cerita-ceritanya terkesan menyeramkan dan menekan batin (setidaknya batinku). Sempat berhenti lama baca ini dan kembali baca setelah mencoba menguatkan diri, akhirnya sampai di akhir. Setelah akhir, aku benar-benar ingin tambah lagi.
Sudah, itu saja.